BONTANG.RealitaKaltim.com– Kesenjangan dalam mendapatkan akses dan infrastruktur pendukung kemajuan pendidikan warga pesisir Bontang menjadi fokus perhatian Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf. Pasalnya, memberikan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh anak didik, khususnya anak nelayan yang mendiami wilayah kepulauan dan kampung atas laut, menjadi bagian dari tanggungjawab pemerintah untuk memberikan hak warga negara dalam memperoleh pendidikan yang setara dan adil.
“Kondisi wilayah pesisir Bontang sangat memprihatinkan. Sudah saatnya Pemkot memberi perhatian serius dengan mendorong percepatan pembangunan di wilayah pesisir kepulauan dan kampung atas laut,” kata Yusuf kepada media ini.
Tak hanya itu, kondisi yang dinilai miris adalah, minimnya akses dan sarana pendidikan, akses transportasi sangat terbatas yang membuat warga kesulitan mengikuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025/20206.
“Anak-anak pesisir punya semangat belajarnya yang tinggi, kita harus membantu mereka dengan memberi fasilitas penunjang yang memadai. Ini menjadi tanggungjawab kita semua,” tegas Yusuf.
Ia menyontohkan, minimnya armada perahu yang menjadi alat transportasi menuju Kota Bontang menjadi salah satu faktor penghambat utama. Sebab, tanpa sarana tersebut, sangat banyak pelajar dan siswa yang kesulitan menjangkau sekolah yang berlokasi di pusat kota.
“Kondisi gedung sekolah di kampung atas laut sangat perlu diperhatikan. Jangan sampai ketimpangan ini semakin melebar, karena negara tidak boleh absen dalam memastikan pelayanan pendidikan yang layak dan merata, termasuk di daerah terluar,” ucapnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Yusuf menyarankan agar kapal guru dapat difungsikan menjadi armada antar-jemput pelajar dan siswa. Opsi tersebut seraya menunggu kebijakan Pemkot Bontang menyiapkan armada khusus dan fasilitas pendukung guna menunjang kegiatan belajar di wilayah kepulauan tersebut.
“Kami mendorong Unit Pelaksana Belajar (UPB) di pesisir semakin diperkuat. Ditambah lagi pengadaan kapal dan sarana penting lain dalam mendukung dan menunjang aktivitas pelajar dan siswa di wilayah kepulauan itu,” pintanya.
Penulis: Indra Wijaya
Redaktur: Moch Yuhdi












