RealitaKaltim.com TENGGARONG -Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadikan pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai salah satu prioritas pembangunan. Pasalnya, cakupan layanan air bersih di daerah tersebut saat ini masih berada di kisaran 60 persen dan belum mencapai 70 persen.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah. Hal tersebut juga menjadi bagian dari program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berada dalam kerangka program dedikasi pemerintah daerah.
“Ketika bicara air bersih, itu merupakan program SPAM. Di atasnya lagi dari program dedikasi. Kebutuhan sanitasi, termasuk air bersih, menjadi hal yang wajib dipenuhi pemerintah dan merupakan salah satu prioritas kita,” ujarnya.
Aulia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih. Salah satunya meningkatkan cakupan pelayanan yang saat ini belum mencapai 70 persen.
Selain memperluas layanan, pemerintah daerah juga menghadapi persoalan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang masih berada di angka sekitar 48 persen.
“Memang harus kita akui, sekarang ketersediaan air bersih kita belum sampai di angka 70 persen, masih di angka 60 sekian. NRW kita masih tinggi, sekitar 48 persen. Ini merupakan PR yang harus kita benahi bersama,” jelasnya.
Menurut Aulia, persoalan tersebut menjadi perhatian jajaran pemerintah daerah untuk ditangani secara bertahap. Upaya pembenahan diarahkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses air bersih dengan layanan yang lebih baik.
Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan air bersih tidak hanya menjadi program pembangunan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kukar. (adv/ilm)










