RealitaKaltim.com TENGGARONG – Pemanfaatan teknologi digital di sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang. Sebanyak 166 SMP yang tersebar di 20 kecamatan rata-rata telah memanfaatkan jaringan internet Starlink untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh menyampaikan perkembangan tersebut dalam rangkaian Festival Lokal Berdampak ‘Gemini Academy Award’ 2026 di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).
Menurut Emy, dukungan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendorong penggunaan teknologi di lingkungan sekolah. Pembiayaan langganan internet di sekolah-sekolah tersebut didukung melalui anggaran bantuan operasional, baik Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab) maupun Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Meski demikian, ia menyebut kestabilan pasokan listrik masih menjadi tantangan, terutama di wilayah pelosok. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, sebagian besar SMP di Kukar disebut telah menjadi kandidat sekolah rujukan Google. Salah satu capaian yang disampaikan Emy adalah SMP Negeri 7 Kukar yang, di bawah bimbingan Sudiarto, berhasil menjadi SMP negeri pertama di Indonesia berstatus Sekolah Rujukan Google.
“Kami mengadakan inovasi di SMP Negeri 7 Kutai Kartanegara dengan nama ‘Es Manis’, yaitu sekolah terpencil, mandiri, asri, dan inspiratif,” ungkap Emy saat menyampaikan laporannya.
Penguatan teknologi di sekolah juga didukung peningkatan kapasitas guru. Dalam Festival Lokal Berdampak ‘Gemini Academy Award’ 2026, sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan, termasuk fitur ‘Gemini in the Classroom’, ‘storyboard’, ‘prompting’, ‘deep research’, dan ‘NotebookLM’.
Kegiatan digelar Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama Refo Indonesia itu diharapkan mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih luas, sekaligus memperkuat kolaborasi tenaga pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan interaktif. (adv/ilm)
