Bontang.RealitaKaltim.com-Masalah banjir yang terus menghantui Kota Bontang saat musim hujan maupun rob atau air pasang dari laut menjadi perhatian legislatif. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kota Bontang merencanakan pembangunan polder sebagai salah satu langkah strategis dan solusi pamungkas atasi banjir di Kota Taman.
“Geografis Bontang cekung, saat air hujan bertemu air laut pasang, maka banjir tak terhindari. Solusinya, air ditampung di polder, sebelum dilepas kembali ke laut,” jelas Sahib kepada media ini.
Menurut legislator Partai NasDem itu, pembangunan polder menjadi solusi rasional dan realistis. Sebab, pembangunan sejumlah polder di wilayah rawan banjir, seperti Kanaan, Tanjung Laut, dan Bontang Kual, telah masuk dalam perencanaan bersama DPRD, Dinas PUPR, dan Bappeda Kota Bontang.
“Rapat koordinasi sudah dilakukan. Wilayah seperti Guntung, Telihan, Api-api, dan Bontang Kuala jadi prioritas. Semoga, masalah banjir bisa terkendali hingga 90 persen,” harapnya.
Bahkan, Sahib menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak bisa instan, perlu perencanaan matang, dukungan anggaran, serta sinergi antarlembaga. Meski tak bisa menjanjikan 100 persen Bontang bebas banjir, namun upaya dilakukan sangat signifikan mampu mengurangi potensi genangan banjir di permukiman warga.
“Kalau menghilangkan banjir, mungkin sulit. Tapi, kita bisa tekan 90 persen dengan upaya realistis,” singkatnya.
Ia juga menjelaskan fungsi masing-masing polder, seperti di Polder Kanaan akan berfungsi menampung air kiriman dari kawasan hulu saat musim hujan, sementara Polder Tanjung Laut dan Bontang Kuala bertugas menahan air laut pasang agar tidak masuk ke kawasan permukiman warga. (*/adv)
Sepakat! DPRD Dukung Bangun Polder untuk Atasi Banjir di Bontang
