Indeks

Program Seribu Kolam: Sebakung Jaya Terus Berkembang Menjadi Kampung Budidaya Patin yang Berkelanjutan

Sujiati, Program Seribu Kolam: Sebakung Jaya Terus Berkembang Menjadi Kampung Budidaya Patin yang Berkelanjutan.

Penajam – Sebakung Jaya, kampung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus melangkah maju sebagai Kampung Budidaya Patin setelah ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pencapaian ini tak hanya menjadi kebanggaan lokal, namun juga simbol keberhasilan Program Seribu Kolam yang sudah berjalan lebih dari setahun.

Program Seribu Kolam yang dimulai untuk memperkuat ketahanan pangan di PPU dengan budidaya ikan air tawar, kini menunjukkan hasil yang sangat positif. Warga Sebakung Jaya terus memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti kolam-kolam budidaya, alat berat, serta bibit ikan yang didistribusikan. Program ini terus berkembang, dengan lebih banyak rumah di Sebakung Jaya kini memiliki kolam ikan yang mendukung kemandirian pangan lokal.

Anggota DPRD PPU, Sujiati, yang terlibat langsung dalam program ini, mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan pesat yang terjadi. “Kami terus berusaha untuk menjadikan PPU sebagai daerah mandiri, terutama dalam hal penyediaan ikan air tawar. Dengan status Kampung Budidaya Patin yang kami raih, kami semakin yakin bahwa Sebakung Jaya dapat menjadi penyuplai ikan air tawar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga pasokan untuk Ibu Kota Negara (IKN) yang akan datang,” ujar Sujiati.

Sebakung Jaya yang mayoritas penduduknya berasal dari daerah Lamongan, Jawa, memiliki keunggulan dalam hal pengalaman budidaya ikan air tawar. Program ini semakin sukses berkat keahlian masyarakat setempat dan dukungan berkelanjutan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pelatihan dan penyediaan teknologi.

Masyarakat Sebakung Jaya juga mendapat pelatihan teknis mengenai teknologi bioflok yang meningkatkan hasil budidaya ikan. Hingga saat ini, hasil panen ikan seperti patin, lele, dan nila terus meningkat, bahkan sejumlah rumah tangga sudah memulai proses ekspansi untuk meningkatkan produksi ikan mereka.

Dengan semakin meluasnya keberhasilan Program Seribu Kolam di Sebakung Jaya, Sujiati optimis bahwa potensi ekonomi yang tercipta dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. “Kami berharap, ke depan, Sebakung Jaya akan menjadi pusat budidaya ikan air tawar yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan lokal tetapi juga berpotensi untuk memasok kebutuhan IKN. Kami juga berharap program ini mampu menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan,” ungkap Sujiati.

Program Seribu Kolam di Sebakung Jaya telah menjadi model pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di PPU. Dengan status Kampung Budidaya Patin yang telah diterima, Sebakung Jaya kini menjadi ikon pengembangan budidaya ikan air tawar di Kalimantan Timur. Harapannya, program ini dapat terus berkembang, menciptakan kemandirian pangan, dan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan ikan untuk IKN serta mendukung peningkatan perekonomian wilayah secara menyeluruh.(*Ihsn/ADV)

Exit mobile version