Bontang. RealitaKaltim.com-Proyek pembangunan pabrik Soda Ash di Kota Bontang mendapat respons positif Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf. Bahkan, Yusuf menilai investasi tersebut sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang kerja bagi warga lokal Bontang, dengan catatan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut mematuhi aturan berlaku.
“Pembangunan pabrik ini angin segar bagi Bontang. Tapi, kita harus pastikan dalam rekrutmen tenaga kerjanya sesuai Perda, yakni 75 persen berasal dari tenaga kerja lokal,” ujar Yusuf kepada sejumlah awak media, beberapa waktu lalu.
Ia membeber data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, tingkat pengangguran terbuka di Kota Taman hingga Agustus 2024 mencapai 7,06 persen. Meski angka tersebut menurun dibanding data BPS pada Agustus 2023, yakni 7,74 persen. Namun, angka tersebut masih menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kami apresiasi upaya Pemkot Bontang menarik investor. Sebab, kehadiran industri Soda Ash membuka peluang menyerap tenaga kerja lokal dan memberi kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), bahkan berimbas pada pelaku usaha lokal,” tambah Yusuf.
Politisi PKB ini menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di Bontang, agar mampu bersaing dengan kompetensi dimiliki. Tentunya, perlu dilakukan pelatihan dan peningkatan keahlian bagi tenaga kerja lokal, sehingga bisa menjadi prioritas dan tidak menjadi penonton.
“Sinergisitas antara investor, pemerintah, dan masyarakat dapat mewujudkan pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, kami ingatkan setiap perusahaan yang beroperasi di Bontang untuk patuh pada Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perekrutan Tenaga Kerja. Karena, saya mendukung anak-anak Bontang bekerja di sana, tapi mereka harus punya keterampilan sesuai yang dibutuhkan. Jangan hanya menuntut, tapi tidak memiliki skill,” tegasnya. (*/adv)
Penulis : Yahya
Redaktur : Moh. Yuhdi












