Partisipasi Pemilih Pilwalkot Samarinda Hanya 58,8 Persen, KPU Evaluasi Rendahnya Antusiasme Publik

Evaluasi Pilkada 2024 oleh KPU Kota Samarinda

Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Samarinda 2024 tercatat hanya mencapai 58,8 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Angka ini jauh dari target partisipasi yang dicanangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, yakni 75 persen.

Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat, menyampaikan bahwa rendahnya angka partisipasi ini menjadi catatan penting untuk dievaluasi. “Meski banyak faktor yang memicu rendahnya partisipasi, ini jadi bahan evaluasi kami,” ujarnya dalam rapat evaluasi bersama badan ad hoc KPU beberapa waktu lalu.

Secara umum, pelaksanaan Pilwalkot berjalan lancar dan tidak menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pilkada kali ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon, yakni Andi Harun dan Saefuddin Zuhri (AH-Saef), yang melawan kolom kosong (kokos) dalam surat suara.

Firman menyebut keberadaan calon tunggal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi pemilih. “Hanya salah satunya, calon tunggal. Jumlah calon yang bertanding cukup berdampak dengan partisipasi pemilih. Semakin banyak pilihan, potensi partisipasi pun meningkat,” jelasnya.

Meskipun demikian, KPU Samarinda mengklaim telah melakukan upaya maksimal untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat. Sosialisasi dilakukan secara intensif di berbagai lapisan masyarakat, serta publikasi melalui media massa.

Namun pada akhirnya, keputusan untuk menggunakan hak pilih tetap berada di tangan masyarakat. Hasil akhir menunjukkan AH-Saef meraih 306.392 suara, sementara kolom kosong hanya memperoleh 41.301 suara.

Kemenangan telak AH-Saef bersama 11 partai politik pengusung menjadi sejarah baru bagi Pilwalkot Samarinda, namun sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi KPU untuk meningkatkan kesadaran demokrasi warga di masa mendatang. (CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *