Samarinda – Perubahan kebijakan pendidikan di tingkat nasional yang kerap terjadi dinilai berdampak besar terhadap sistem pendidikan di daerah. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vanandza, menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur sekolah sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Ahmad Vanandza mengungkapkan bahwa kebijakan pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat nasional. Menurutnya, kondisi ini mempersulit pemerintah daerah dalam menyesuaikan program pendidikan secara efektif.
“Setiap kebijakan baru menuntut adaptasi, tetapi tidak selalu sesuai dengan kebutuhan di daerah. Oleh karena itu, perhatian sebaiknya diarahkan pada hal-hal yang bisa dikendalikan langsung, seperti infrastruktur sekolah,” ungkapnya, Jumat (21/3/2025).
Fokus terhadap sarana dan prasarana sekolah dianggap sebagai solusi paling realistis dalam menghadapi ketidakpastian kebijakan pusat. Kondisi bangunan sekolah yang aman dan nyaman diyakini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa.
“Masih ditemukan sekolah yang terdampak banjir, ruang kelas yang rusak, serta fasilitas yang tidak memadai. Ini adalah tanggung jawab daerah yang harus segera ditangani tanpa menunggu kebijakan dari pusat,” tegas Vanandza.
Ia menambahkan, selama regulasi pendidikan masih mengalami perubahan, upaya untuk memastikan infrastruktur sekolah dalam kondisi optimal harus menjadi prioritas. Dengan begitu, hak setiap siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak tetap bisa terjamin, terlepas dari dinamika kebijakan di tingkat nasional.












