RealitaKaltim.com TENGGARONG-Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kutai Kartanegara (Kukar) bekerjasama Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) serta AMM Yogyakarta menggelar sertifikasi dan munaqosyah akbar bagi guru ngaji. Tercatat sebanyak 273 dari 500 guru ngaji ikut serta dalam kegiatan berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Sabtu (17/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut kelanjutan dari program tahsin yang sebelumnya telah digelar di tingkat kecamatan, yang dimulakan di Kecamatan Sanga-Sanga.
“Pada tahap pertama ini, 273 guru ngaji dari total target 500 orang ikut uji kompetensi baca tulis Al-Qur’an. Kegiatan ini menghimpun seluruh guru ngaji di setiap kecamatan untuk dinilai kemampuan baca tulis Al-Qur’an,” kata Sunggono saat menyampaikan sambutan pembuka cara tersebut.
Bahkan, dia berharap melalui sertifikasi tersebut, guru ngaji yang berhak mendapatkan insentif dari program ‘Terima Kasih Guru Ngajiku’ benar-benar memenuhi kualifikasi yang sesuai standar, dan diakui.
“Hasil munaqosyah ini menjadi acuan utama penentuan penerima insentif pemerintah daerah, agar penyalurannya lebih transparan dan objektif, tanpa menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Untuk sementara, insentif diberikan Rp250 ribu per bulan, nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” sebutnya.
Terkait batasan usia bagi guru ngaji, Sunggono memastikan tidak ada pembatasan khusus. Selama guru ngaji yang mayoritas sepuh atau lanjut usia masih aktif membimbing murid dan memenuhi syarat, mereka tetap diakomodir dalam program ini. (adv/ilm)












