RealitaKaltim.com TENGGARONG-Anjloknya penerimaan Participating Interest (PI) 10 persen Blok Migas eksisting di Kukar, maka Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), dengan mendorong BUMD untuk aktif melakukan bisnis di Blok Migas ENI, asal Italia yang beroperasi di Kukar. Hal itu sebagai upaya menutupi penerimaan yang menyusut tersebut, dan berjuang mendapatkan hak kelola PI 10 persen dari Blok Migas ENI.
“Meskipun tren penerimaan dari dua blok migas saat ini mengalami penurunan gradual, kabar baiknya, Kukar dan Pemprov Kaltim sedang berjuang mendapatkan hak PI 10 persen pada Blok Migas yang dikelola ENI. Kita berharap potensi ini bisa mendongkrak penerimaan PI bagi kas daerah,” kata Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (1/10/2026) lalu.
Selain mengincar hak pengelolaan blok baru, upaya lain akan dilakukan, mengubah peran daerah di industri hulu migas. Pemkab Kukar tidak ingin BUMD hanya menjadi penonton atau penerima bagi hasil yang pasif.
“Secara kapasitas, BUMD sudah mampu dan siap melakukan kegiatan usaha di sektor migas. Kita ingin daerah menjadi pelaku aktif, sehingga nilai daya ungkit leverage terhadap PAD Kukar bisa jauh lebih besar,” harapnya.
Melalui kombinasi strategi perjuangkan PI di Blok Migas ENI, serta transformasi BUMD menjadi pemain aktif di industri hulu, Pemkab Kukar optimistis target penerimaan PAD dari sektor migas tetap terjaga dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah. (adv/ilm)
