SAMARINDA —Ajang balapan resmi bertajuk night race yang berlangsung pada 16 dan 21 Maret. Kegiatan ini digagas oleh Polres Samarinda sebagai upaya untuk mengurangi maraknya balapan liar yang selama ini meresahkan masyarakat.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. Menurutnya, banyak anak muda di kota ini memiliki minat dan bakat dalam dunia balap motor, namun belum tersedia fasilitas yang memadai untuk menyalurkan hobi mereka secara aman.
“Kebutuhan akan tempat yang layak untuk para pembalap muda sangat mendesak. Jika wadah yang tepat disediakan, aksi balapan liar di jalanan umum dapat ditekan,” ungkapnya pada Kamis (20/3/25).
Ketiadaan sirkuit resmi sering kali memaksa para pegiat otomotif mencari alternatif lain, yang justru membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Oleh karena itu, upaya untuk menghadirkan balapan yang terorganisir dianggap sebagai langkah strategis.
Selain mendukung ajang balapan resmi ini, Samri juga mendorong pemerintah agar dapat menyediakan lahan khusus yang bisa dimanfaatkan oleh komunitas balap di Samarinda. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga wadah pembinaan bagi talenta lokal di dunia otomotif.
“Jika pembinaan dilakukan dengan baik, bukan tidak mungkin Samarinda bisa melahirkan pembalap berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
