SAMARINDA-Upaya penanganan banjir di Kota Samarinda masih menjadi trending topik pada rapat kerja Komisi III DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda, yang digelar belum lama ini. Pasalnya, hingga pertengahan Tahun 2025 ini, penanganan banjir masih menjadi momok di masyarakat, namun belum menunjukkan progres signifikan dalam penyelesaiannya.
“Masalah banjir ini masih menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Karena belum ada penyelesaian yang konkret, karena itu kami minta dinas terkait segera bertindak untuk menangani masalah banjir ini,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, Rabu (9/7/2025).
Selain persoalan banjir, Deni juga menyoroti kegiatan infrastruktur yang belum rampung. Sementara tahun anggaran sedang berlangsung hingga pertengahan tahun. Hal itu menjadi pengingat, bahwa pelaksanaan kegiatan yang dipaksakan di akhir tahun menimbulkan kekhawatiran pada kualitas dan hasil yang tidak maksimal.
“Kami minta, perhatian khusus ke sejumlah proyek infrastruktur yang belum rampung hingga saat ini. Tahun anggaran sudah berada di pertengahan, hasil dari pembangunan harus maksimal dan sesuai harapan,” pintanya.
Sejumlah proyek infrastruktur strategis dimaksud, terdiri pembangunan terowongan, revitalisasi Pasar Pagi, dan pembangunan kolam retensi. “Proyek infrastruktur strategis ini harus dikerjakan secara optimal, jangan hanya fokus pada penyerapan anggaran saja, karena output dari infrastruktur itu untuk memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ucapnya.
Karena itu, Demi menambahkan bahwa Komisi III berkomitmen untuk memantau perkembangan sejumlah proyek infrastruktur strategis di Samarinda, dan menjadwalkan peninjauan lapangan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan jadwal yang ditentukan. (ADV DPRD SMR)












