Penajam. RealitaKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Roadshow Penyelarasan Program Prioritas Daerah di empat kecamatan sebagai langkah strategis menghadapi tantangan efisiensi anggaran pada tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin Bupati PPU, Mudyat Noor, dan diikuti camat, lurah, kepala desa, serta perangkat Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Dalam arahannya, Bupati Mudyat menegaskan pentingnya penyelarasan visi pembangunan antara pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa. Ia menekankan bahwa seluruh program harus saling terhubung dan tidak lagi berjalan secara sektoral.
“Semua program harus searah dengan prioritas daerah, mulai dari OPD, camat, lurah hingga desa. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas,” ujar Mudyat.
Mudyat juga menyampaikan bahwa penyamaan persepsi ini penting dilakukan mengingat adanya tantangan fiskal daerah pada tahun 2026, termasuk potensi pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, situasi tersebut menuntut strategi pembangunan yang lebih efektif dan menghasilkan output maksimal.
“Kita menekankan kolaborasi seluruh sektor agar saling menutupi kekurangan dan memaksimalkan program yang ada,” tambahnya.
Bupati menilai dana desa memiliki potensi besar untuk mendukung program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Ia menegaskan agar alokasi anggaran desa digunakan secara produktif, terukur, dan memberikan manfaat ekonomi nyata.
“Dana desa bukan dana yang dihabiskan sesuka hati. Kepala desa harus berpikir seperti pengusaha, mengelola dana secara maksimal untuk manfaat ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Selain optimalisasi anggaran, Bupati juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi layanan desa. Program ini diarahkan untuk mempercepat pelayanan publik, mengoptimalkan potensi desa, dan menciptakan sistem data terpadu.
“Sistem informasi layanan berbasis digital harus disiapkan untuk memudahkan pelayanan dan mengoptimalkan potensi ekonomi masing-masing desa,” kata Mudyat.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa dan kelurahan di PPU terhubung dalam satu ekosistem data terintegrasi, sehingga pengawasan pembangunan, program prioritas, hingga progres kegiatan dapat dipantau secara transparan.
“Kita ingin program tidak lagi tumpang tindih. Dengan digitalisasi dan perencanaan yang baik, pembangunan harus terintegrasi dan berkelanjutan setiap tahun,” ujarnya menambahkan.
Pada tahun 2026, pemerintah daerah akan memfokuskan pembangunan pada sektor unggulan desa, seperti pertanian, perikanan, pengelolaan air bersih (Pamsimas), serta pengolahan sampah berbasis ekonomi. Seluruh program diarahkan untuk menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan di tingkat desa.
Bupati berharap strategi pembangunan berbasis kolaborasi dan digitalisasi dapat menjadi pedoman bersama seluruh perangkat pemerintahan daerah.
“Mari jadikan amanah ini bermanfaat bagi masyarakat karena jabatan tidak selamanya,” pungkas Mudyat. (adv)












