Pemkab Penajam Dorong UMKM Desa Naik Kelas Melalui Digitalisasi

Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Mudyat Noor

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus memperkuat upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa melalui pemanfaatan teknologi digital agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengatakan UMKM desa perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan memanfaatkan platform digital serta membangun identitas produk yang kuat.

“UMKM di desa sudah saatnya naik kelas. Digitalisasi dan branding menjadi kunci agar produk desa bisa dikenal luas, tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga ke luar daerah,” ujar Mudyat Noor.

Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten saat ini tengah mempercepat transformasi digital di seluruh wilayah, termasuk desa dan kelurahan. Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus membuka akses internet yang lebih merata bagi masyarakat.

“Transformasi digital bukan hanya soal layanan pemerintahan, tetapi juga bagaimana teknologi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” katanya.

Mudyat Noor juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten, terutama dalam pemanfaatan dana desa agar sejalan dengan program pembangunan daerah.

“Dana desa harus dikelola secara sinergis dengan program kabupaten supaya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mendorong ekonomi desa berkembang,” ujarnya.

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 30 desa yang setiap tahunnya menerima alokasi dana desa dari pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah kabupaten menilai kolaborasi yang baik akan membuat penggunaan anggaran lebih efektif dan akuntabel.

Selain itu, Pemkab PPU telah mengusulkan pembangunan menara telekomunikasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengatasi wilayah yang belum terjangkau jaringan internet.

“Penyediaan akses internet menjadi kebutuhan utama agar pelaku UMKM desa dapat memasarkan produknya secara digital,” tambah Mudyat Noor.

Saat ini, pemerintah kabupaten juga telah menyediakan layanan internet gratis dengan pemasangan jaringan wifi tanpa kata sandi di sejumlah fasilitas umum sebagai bagian dari dukungan terhadap digitalisasi desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *